CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Kamis, 20 November 2008

KISAH CINTA ROMI DAN YULI

Ceritanya Yuli adalah seorang gadis cantik yang ditinggal mati oleh Mamanya. Tapi hidupnya terasa sempurna karena ia memiliki Pak Renno dan juga Romi yang sangat mencintainya.

Dalam keadaan suka dan duka, Romi Wijaya akan selalu ada disampingnya untuk selalu menghiburnya.

Pak Renno memutuskan untuk menikah lagi dengan Ibu Marini, seorang janda yang memiliki dua orang anak bernama Eva dan Doni. Eva lebih muda dari Yuli, sementara Doni 3 tahun lebih tua dari Serra.

Sebelum menikah dengan Pak Renno, Ibu Marini pernah menikah dengan Pak Santos, tapi sayangnya pernikahan mereka tidak berjalan mulus karena Pak Santos memiliki hobi mabuk-mabukan juga berjudi. Selain itu juga sering memukul Ibu Marini tanpa ada sebab yang jelas.

Ibu Marini sangat menyanyangi Eva, sementara Doni diabaikannya sebab ia merasa semua sifat sangat mirip dengan ayahnya.

Di rumah Pak Renno, tidak ada seorang pun yang baik kepada Doni selain Yuli, meskipun Doni selalu kasar padanya, tapi Yuli selalu berusaha baik pada Doni. Bahkan saat Doni sakit demam dengan sabar Yuli mengompres kakak tirinya itu. Oleh karena kebaikan itu, tanpa sadar Doni telah jatuh cinta pada adik tirinya tersebut.

Sementara itu Eva selalu berusaha mencari perhatian dari Romi Wijaya, seorang anak konglomerat pemilik Wijaya Group Company yang sangat terkenal di Indonesia.

Dengan berbagai macam cara Ibu Marini dan Eva selalu menghalangi pertemuan Romi dan Yuli. Bahkan saat acara makan malam pada sebuah restoran, bukannya Yuli yang hadir malah Eva yang hadir dengan memakai gaun Yuli yang dikasih ama Romi. Dengan keboongannya, Eva bilang kalo Yuli lagi sakit di rumah dan minta ia untuk datang ke acara ini. Sontak Romi langsung meluncur ke rumah Yuli dan bertemu dengan Ibu Marini. Ibu Marini dengan dalihnya bilang kalau Yuli emang bandel dan suka klayapan bareng temen-temennya. Padahal Yuli sedang disekap dalam gudang yang dipenuhi dengan tikus yang menggelikan.

Saat Romi dah pulang, baru deh si Yuli dilepasin. Tapi terlambat, Romi udah terlampau jauh meluncur dengan mobilnya. Si Yuli menangis sedih dan kecewa. Mendadak Pak Reno datang dan Ibu Marini minta segera Yuli menghapus air matanya dan mengancam jangan sampai papanya tahu. Yuli rela tak mau memberi tahu, mengadu pada papanya atas perlakuan mama dan adik tirinya itu. Yuli rela ia menderita asalkan papa yang dicintainya bahagia.

Yuli menemukan rekaman suara yang ditinggalkan Romi di meja kamarnya dekat fotonya sesaat sebelum Romi cabut dari rumah Yuli. Sebelum Romi keluar dari pintu, Romo sempat berpesan pada Eva untuk menjaga Yuli jangan sampai Yuli sakit. Dengan nada terpaksa, Eva mengiyakan.

Di rekaman itu, Romi sngat kecewa Yuli gak datang pada acara undangan makan malamnya. Romi juga menyatakan perasaannya pada Yuli kalau ia benar-benar cinta. Dalam hati berkata, Yuli juga cinta ama Kak Romi.

romiyuli200.jpg

Sementara itu, Romi ditugaskan perusahaan ke Amerika. Lagi-lagi Eva dan Ibu Marini bikin ulah. Saat Yuli dah mau berangkat, Yuli diminta ngambil jam tangan mama tirinya ituyang ketinggalan di kamar mandi. Tak tahunya, Yuli dikunci di kamar mandi. Akhirnya yang datang ke acara berangkatnya Romi ke Amerika itu cuma dihadiri Eva dan Ibu Marini. Untungnya, Doni yang mau sikat gigi bukain pintunya. Aduh…terlambat, Romi udah terlanjur berangkat! Untungnya masih bisa dikejar. Romi yang mendengar teriakan Yuli meminta sopirnya berhenti. Dengan terkejut, Yuli langsung mendekap pangeran impiannya itu. Ia tunjukkan rekaman itu. Yuli jawab kalau ia sangat mencintai Kak Romi. Sebelum berangkat, Romi kasih Yuli kalung dan harus disimpan dengan baik. Eva yang melihat kejadian ini sangat geram

KANCIL YANG CERDIK

Sang Kancil berasa sangat lapar. Sejak pagi tadi, Sang Kancil belum mendapat sebarang makanan. Ia pun membuat keputusan untuk meminum air di tebing sungai. Sambil berjalan, matanya terus mencari-cari. Tiba-tiba, Sang Kancil ternampak sepohon jambu air yang berbuah lebat di seberang sungai.
Sang Kancil:

Wah, merahnya buah jambu air itu! Tentu sedap rasanya tetapi... bagaimanakah aku dapat ke sana ? (bertanya sendiri)

Sang Kancil pun turun ke tebing sambil berfikir tentang buah jambu air itu. Sedang Sang Kancil meneguk air, tiba-tiba air sungai berkocak dan ia terasa kakinya disambar sesuatu. Sang Kancil terkejut tetapi ia tidak menunjukkannya kerana ingin memperdayakan buaya itu.
Sang Kancil: (tenang) Hai Sang Buaya, tuan hamba telah menyambar ranting kayu bukan kaki hamba.
Sang Buaya:

(terkejut) Ah, ranting kayu? (mengeluh sambil melepaskan kaki Sang Kancil)

Sang Kancil: Alahai Sang Buaya, nasib baik hamba bertemu tuan hamba. Sebenarnya, hamba telah diperintahkan oleh Raja Sulaiman agar mengira jumlah kaum tuan hamba yang tinggal di sungai ini. Pergilah beritahu kepada semua jenis buaya. Nanti, Raja Sulaiman akan memberikan kurnia.
Sang Buaya: (ragu-ragu) Betulkah begitu Sang Kancil?

Pada mulanya Sang Buaya berasa ragu-ragu tetapi Sang Kancil berjaya meyakinkannya. Tidak lama kemudian, timbul pelbagai jenis buaya yang ada di dalam sungai itu. Sang Kancil meminta buaya-buaya itu berbaris dari tebing sebelah sini hingga tebing sebelah sana.

Tanpa membuang masa, Sang Kancil pun melompat ke atas kepala setiap buaya dan mula mengira sambil menyanyi gembira.

Sang Kancil:

Satu dua tiga lekuk,
Jantan betina aku ketuk,
Empat lima enam dan tujuh,
Lapan sembilan dan sepuluh,
Sebelas dua belas dan tiga belas,
Ekor kalian jangan melibas,
Empat belas lima belas enam belas,
Perintah Raja Sulaiman ditunaikan lekas.

Sang Kancil terus mengira sehingga ia sampai ke seberang sungai. Kemudian, Sang Kancil segera melompat ke tebing dan menuju ke pohon jambu air itu.
Sang Kancil:

(gembira) Terima kasih wahai Sang Buaya sekalian. Kalian telah menunaikan perintah Raja Sulaiman. Sekarang, bersurailah.

Sang Kancil berasa gembira. Hajatnya telah tercapai.

Kamis, 06 November 2008

PEGUNUNGAN

I memukau. Bertahun-tahun menyelami dunia fotografi, baru kali ini saya mendapatkan sudutnilah pengalaman berkesan bagi tim saat berada di atas Pegunungan Jayawijaya. Tidak seluruh puncak dari gugusan Pegunungan Jayawijaya yang memiliki salju. Salju yang dimiliki oleh beberapa puncak bahkan saat ini sudah hilang karena perubahan cuaca secara global.

Saat ini, salju yang tersisa hanya berada di Puncak Jaya, Meren, Northwall, dan Ngga Pulu. Sebelum berubah nama menjadi Puncak Jaya, puncak ini dahulunya bernama Carstenz Pyramide.

Puncak Jaya yang bersalju ini merupakan salah satu puncak gunung gletser yang ada di kawasan khatulistiwa, seperti puncak es lainnya yang berada di Afrika dan Amerika Selatan.

Adalah suatu keberuntungan jika kita dapat melihatnya karena kawasan puncak dengan salju di pucuknya ini merupakan satu-satunya di Indonesia. Beruntung pula tim mendapat izin untuk melihat dan mengambil gambar panorama puncak es ini.

Setelah mendapat izin dari Kepala Hanggar Jhon Solang, tim menggunakan sebuah helikopter dan berputar-putar sekitar 30 menit di puncak gunung yang ditutupi salju tersebut.

Dari udara, puncak tersebut mirip bebatuan hitam dengan permadani putih yang lembut. Saat matahari sedang bersinar cerah, hamparan salju itu memantulkan cahaya yang menyilaukan mata. Pandangan mata akan lebih nikmat saat langit sedang berawan sehingga hamparan salju itu akan memunculkan kesan kedamaian di tengah teduhnya cuaca.

Sulit mencari pembanding

Puncak dengan lereng yang sangat curam itu menampilkan pesona alam yang sulit dicari bandingannya. Dindingnya yang hitam berdiri hampir tegak lurus dengan permukaan tanah yang berada ratusan meter di bawahnya.

Salju terlihat begitu lembut dan seperti memanggil-manggil setiap manusia yang melintasinya. Tangan ini seperti sudah tidak sabar untuk menyentuh lembutnya salju yang laksana kapas tersebut.

Pemandangan salju es sungguh memukau. Apalagi jika memasuki akhir tahun di mana musim dingin dan hujan tiba. Di musim itu, biasanya salju menutupi hampir semua puncak Pegunungan Jayawijaya hingga ke lereng di bawahnya.

Usai pengambilan gambar, anggota tim seperti tercenung. Entah apa yang ada di dalam pikiran, mereka seperti sedang merenungi salju abadi yang bertengger di batu cadas yang menjulang tinggi. Sebuah pengalaman tersendiri saat menikmati kebesaran alam.

Maka tak salah jika dulu, orang Belanda menyebut kepulauan Nusantara sebagai 'Untaian Zamrud di Khatulistiwa' dengan Papua sebagai salah satu induknya.

"Hei, lihat! Itu Membramo, sungai terbesar di Papua," tunjuk sang pilot. Dari pintu heli terlihat alur sungai yang melingkar-lingkar seperti ular. Di ketinggian 5.000 mdpl, sungai terlihat jelas. Warnanya kecokelatan dengan hijaunya pepohonan yang berada di sepanjang tepian sungai.

Dari ketinggian, eloknya alam Papua membuat orang terpana karena tak ada bandingannya. Terkadang awan tebal menutupi pemandangan di bawah. Namun, beraraknya awan di bawah heli pun tampak menawan dengan warna putihnya yang menghiasi langit nan biru.

Namun di balik keindahan dan kesan damai dari pemandangan salju itu, sungguh berat usaha yang harus dilakukan untuk mendapatkannya. Bukannya birokrasi perizinan yang rumit, namun kekuatan fisik menjadi beban tersendiri.

Pasalnya, kadar oksigen yang terkandung dalam udara pada ketinggian sekitar 5.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut, sangatlah tipis. Hanya tinggal sepuluh persen! Artinya, jika saat ini kita mampu menghirup udara dalam-dalam dan rongga dada tidak terasa sakit, itu berarti kadar oksigennya 100%.

Namun di ketinggian tersebut, dada terasa sesak karena sedikitnya asupan oksigen yang masuk ke dalam tubuh. Saraf otak yang tidak mendapat cukup oksigen akan membuat kepala terasa pusing, mata mengantuk, dan tubuh akan terasa lemas.

Hal ini diperparah dengan rendahnya suhu udara yang berada di bawah nol derajat Celsius. Rongga hidung akan terasa perih karena menghirup dinginnya udara. Meski sudah mengenakan jaket tebal, dinginnya udara tetap terasa hingga tulang. Persendian tulang perlahan-lahan akan terasa nyeri.

Karena tidak menggunakan sarung tangan, dua orang kamerawan yang bertugas mengambil gambar pun sudah sulit menggerakkan jarinya meski hanya untuk menekan tombol kamera. Terlebih saat mereka harus memutar-mutar lensa tele-nya supaya mendapat kualitas gambar yang baik. Jari mereka terasa keras dan kaku untuk bergerak.

"Sungguh sulit untuk mendapatkan gambar yang bagus. Kami memang tidak memperhitungkan sebelumnya bahwa harus mengenakan sarung tangan yang tebal. Udara dingin membuat telapak tangan mengeras sehingga jari-jari terasa kaku. Sesekali saya harus memasukkan telapak tangan ke dalam celana dan menjepitnya di antara kedua paha supaya mendapatkan kehangatan. Berat sekali tantangan yang harus kami hadapi," tutur Agus Mulyawan, fotografer Media.

"Tapi, ini sungguh sebuah pemandangan yang
pengambilan gambar yang tidak ada habis-habisnya. Dari mana saja sudut pandangnya, pemandangan akan terlihat indah. Sayang, kekuatan tubuh membuat kami tidak dapat berlama-lama di sana," timpal anggota tim yang lain.(Msc/S-5)


MUSIM KEMARAU

Hujan mulai jarang terjadi. Sinar matahari panas dan kering menghantam bumi. Daun-Daun pohon tua kering gugur beterbangan, berserakan menyelimuti jalan. Langit biru tanpa awan sering tersaji di depan mata. Indah, namun sedikit membawa sengsara. Panas dan kering…

DaunJangankan siang hari, malam haripun terasa panas. Sudah beberapa hari ini aku sering menggunakan kipas angin untuk di ruang kerjaku. Pengap, gerah dan berlendir diatas kulit ari kurasa disetiap sudut ruang rumahku. Dimanapun aku berada yang terasa hanya panas.

INDAHNYA BUNGA SAKURA

Sakura di musim semi memang selalu menebar pesona. Kehadirannya tak pernah lupa dinantikan jutaan manusia di negerinya. Seperti biasa mereka duduk berkelompok di bawah pohon, seraya menikmati keindahannya. Bahkan, tak peduli waktu siang atau malam. Tak jarang pula banyak yang bernyanyi-nyanyi atau sekedar mengabadikan kecantikannya Namun, walaupun bunga sakura indah menawan, usianya tak pernah panjang.

Satu persatu kelopaknya akan jatuh berguguran. Hanya berkisar selama dua pekan, punah lah semua. Pohonnya akan penuh daun saat musim panas, kemudian rontok ketika musim gugur menjelang. Sepanjang musim dingin, hanya dahan dan rantingnya yang tersisa. Sakura akan mekar ketika musim semi kembali tiba.

Subhanallah…
Tidakkah bunga Sakura yang merekah sebenarnya sebuah tausyiah bagi hati kita. Meski usianya begitu singkat, tak pernah menghalanginya untuk menebarkan keindahan yang dimiliki. Umpama sepasang kekasih yang telah menjalin ikatan suci, persembahan terbaik dan terindah selama hidup di muka bumi hanya tersaji untuk yang dicintai. Bagai sakura yang telah menyandang
keindahan selama mekar kuntum bunganya, bukankah seyogyanya juga manusia mesti memberikan yang terbaik sepanjang hidupnya. Tak henti menebarkan rasa cinta dan kasih sayang dalam segala akhlaq serta tingkah laku, hingga kematian itu nanti menghampiri kita.

Karena sebagai insan kita tak pernah tahu hingga kapan umur ini diamanahkan.

Kamis, 30 Oktober 2008

TEMAN SEJATI

Emmmmmmmmm........aku punya teman yang baik banget sama aku,dia selalu menolong aku ketika aku sedang punya masalah.Dia segalanya bagi aku terkecuali yang lain.Dia teman yang paling baik yang pernah aku temui dalam hidupku.
Aku ingin memberikan sesuatu padanya yang bisa dia jadikan kenangan untuknya suatu hari nanti.Tapi semua itu musnah karena masalah yang sepele,yang tak pantas untuk di masalahkan dan di perbesarkan,,,,,,,,,..;;;.
Aku selalu berdoa pada tuhan agar aku bisa berteman dengannya seperti yang dulu.

Kamis, 14 Agustus 2008

di kejar orang gila

Hari itu memang sial.Pasalnya gini,paginya aku pergi kepasar,Tampa aku sadari ternyata di belakang aku ada orang gila.Aku langsung lari dan dia mengejar aku.uuuuuuuuuu......takut.Untung ada seorang bapak-bapak yang menolong aku.
Aku benci orang GILAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa............................