| Sang Kancil berasa sangat lapar. Sejak pagi tadi, Sang Kancil belum mendapat sebarang makanan. Ia pun membuat keputusan untuk meminum air di tebing sungai. Sambil berjalan, matanya terus mencari-cari. Tiba-tiba, Sang Kancil ternampak sepohon jambu air yang berbuah lebat di seberang sungai. | |
| Sang Kancil: | Wah, merahnya buah jambu air itu! Tentu sedap rasanya tetapi... bagaimanakah aku dapat ke sana ? (bertanya sendiri) |
| Sang Kancil pun turun ke tebing sambil berfikir tentang buah jambu air itu. Sedang Sang Kancil meneguk air, tiba-tiba air sungai berkocak dan ia terasa kakinya disambar sesuatu. Sang Kancil terkejut tetapi ia tidak menunjukkannya kerana ingin memperdayakan buaya itu. | |
| Sang Kancil: | (tenang) Hai Sang Buaya, tuan hamba telah menyambar ranting kayu bukan kaki hamba. |
| Sang Buaya: | (terkejut) Ah, ranting kayu? (mengeluh sambil melepaskan kaki Sang Kancil) |
| Sang Kancil: | Alahai Sang Buaya, nasib baik hamba bertemu tuan hamba. Sebenarnya, hamba telah diperintahkan oleh Raja Sulaiman agar mengira jumlah kaum tuan hamba yang tinggal di sungai ini. Pergilah beritahu kepada semua jenis buaya. Nanti, Raja Sulaiman akan memberikan kurnia. |
| Sang Buaya: | (ragu-ragu) Betulkah begitu Sang Kancil? |
Pada mulanya Sang Buaya berasa ragu-ragu tetapi Sang Kancil berjaya meyakinkannya. Tidak lama kemudian, timbul pelbagai jenis buaya yang ada di dalam sungai itu. Sang Kancil meminta buaya-buaya itu berbaris dari tebing sebelah sini hingga tebing sebelah sana. Tanpa membuang masa, Sang Kancil pun melompat ke atas kepala setiap buaya dan mula mengira sambil menyanyi gembira. | |
| Sang Kancil: | Satu dua tiga lekuk, |
| Sang Kancil terus mengira sehingga ia sampai ke seberang sungai. Kemudian, Sang Kancil segera melompat ke tebing dan menuju ke pohon jambu air itu. | |
| Sang Kancil: | (gembira) Terima kasih wahai Sang Buaya sekalian. Kalian telah menunaikan perintah Raja Sulaiman. Sekarang, bersurailah. |
| Sang Kancil berasa gembira. Hajatnya telah tercapai. | |
Kamis, 20 November 2008
KANCIL YANG CERDIK
Diposting oleh hijrah di 19.44
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
3 komentar:
Blognya Bagus...
Cerita kancilnya Juga lucu
aku gak suka itu semua nya karna kancil membosankasn
cerita kamu bagus semua.tapi sayang BAJAKAN...!!!!!
Posting Komentar