Ceritanya Yuli adalah seorang gadis cantik yang ditinggal mati oleh Mamanya. Tapi hidupnya terasa sempurna karena ia memiliki Pak Renno dan juga Romi yang sangat mencintainya.
Dalam keadaan suka dan duka, Romi Wijaya akan selalu ada disampingnya untuk selalu menghiburnya.
Pak Renno memutuskan untuk menikah lagi dengan Ibu Marini, seorang janda yang memiliki dua orang anak bernama Eva dan Doni. Eva lebih muda dari Yuli, sementara Doni 3 tahun lebih tua dari Serra.
Sebelum menikah dengan Pak Renno, Ibu Marini pernah menikah dengan Pak Santos, tapi sayangnya pernikahan mereka tidak berjalan mulus karena Pak Santos memiliki hobi mabuk-mabukan juga berjudi. Selain itu juga sering memukul Ibu Marini tanpa ada sebab yang jelas.
Ibu Marini sangat menyanyangi Eva, sementara Doni diabaikannya sebab ia merasa semua sifat sangat mirip dengan ayahnya.
Di rumah Pak Renno, tidak ada seorang pun yang baik kepada Doni selain Yuli, meskipun Doni selalu kasar padanya, tapi Yuli selalu berusaha baik pada Doni. Bahkan saat Doni sakit demam dengan sabar Yuli mengompres kakak tirinya itu. Oleh karena kebaikan itu, tanpa sadar Doni telah jatuh cinta pada adik tirinya tersebut.
Sementara itu Eva selalu berusaha mencari perhatian dari Romi Wijaya, seorang anak konglomerat pemilik Wijaya Group Company yang sangat terkenal di Indonesia.
Dengan berbagai macam cara Ibu Marini dan Eva selalu menghalangi pertemuan Romi dan Yuli. Bahkan saat acara makan malam pada sebuah restoran, bukannya Yuli yang hadir malah Eva yang hadir dengan memakai gaun Yuli yang dikasih ama Romi. Dengan keboongannya, Eva bilang kalo Yuli lagi sakit di rumah dan minta ia untuk datang ke acara ini. Sontak Romi langsung meluncur ke rumah Yuli dan bertemu dengan Ibu Marini. Ibu Marini dengan dalihnya bilang kalau Yuli emang bandel dan suka klayapan bareng temen-temennya. Padahal Yuli sedang disekap dalam gudang yang dipenuhi dengan tikus yang menggelikan.
Saat Romi dah pulang, baru deh si Yuli dilepasin. Tapi terlambat, Romi udah terlampau jauh meluncur dengan mobilnya. Si Yuli menangis sedih dan kecewa. Mendadak Pak Reno datang dan Ibu Marini minta segera Yuli menghapus air matanya dan mengancam jangan sampai papanya tahu. Yuli rela tak mau memberi tahu, mengadu pada papanya atas perlakuan mama dan adik tirinya itu. Yuli rela ia menderita asalkan papa yang dicintainya bahagia.
Yuli menemukan rekaman suara yang ditinggalkan Romi di meja kamarnya dekat fotonya sesaat sebelum Romi cabut dari rumah Yuli. Sebelum Romi keluar dari pintu, Romo sempat berpesan pada Eva untuk menjaga Yuli jangan sampai Yuli sakit. Dengan nada terpaksa, Eva mengiyakan.
Di rekaman itu, Romi sngat kecewa Yuli gak datang pada acara undangan makan malamnya. Romi juga menyatakan perasaannya pada Yuli kalau ia benar-benar cinta. Dalam hati berkata, Yuli juga cinta ama Kak Romi.
Sementara itu, Romi ditugaskan perusahaan ke Amerika. Lagi-lagi Eva dan Ibu Marini bikin ulah. Saat Yuli dah mau berangkat, Yuli diminta ngambil jam tangan mama tirinya ituyang ketinggalan di kamar mandi. Tak tahunya, Yuli dikunci di kamar mandi. Akhirnya yang datang ke acara berangkatnya Romi ke Amerika itu cuma dihadiri Eva dan Ibu Marini. Untungnya, Doni yang mau sikat gigi bukain pintunya. Aduh…terlambat, Romi udah terlanjur berangkat! Untungnya masih bisa dikejar. Romi yang mendengar teriakan Yuli meminta sopirnya berhenti. Dengan terkejut, Yuli langsung mendekap pangeran impiannya itu. Ia tunjukkan rekaman itu. Yuli jawab kalau ia sangat mencintai Kak Romi. Sebelum berangkat, Romi kasih Yuli kalung dan harus disimpan dengan baik. Eva yang melihat kejadian ini sangat geram